Jumat, 23 Oktober 2009

teknik sepeda motor

System signal dan starter

A.SISTEM SIGNAL
Kedua system ini berfungsi untuk memberikan tanda pada kendaraan itu sendiri atau pada kendaraan lain.ada beberapa system signal pada kendaraan sepeda motor umum nya antara lain:
1. signal lampu rem berfungsi untuk memberikan tanda pada pengendara lain bahwa pengendara yang ada di belakang berhati-hati serta mengurangi kecepatan.
2. signal lampu sein berfungsi untuk memberikan tanda bahwa si pengendara akan berbelok kearah lampu sein yang di tuju .
3. signal lampu indicator gigi berfungsi untuk menujukan berapa tingkat kecepatan yang di gunakan pengemudi.
4. klakson berfungsi untuk memberikan isyarat berupa suara kepada pengemudi lain agar berhati-hati atau minggir
5. signal indikator bensin berfungsi untuk menunjukkan berapa volume atau banyak nya bensin pada tangki.
Dan masih banyak lagi yang lain nya untuk lebih jelas maka perhatikan lah diagram berikut ini:






































































































































































B.SISTEM STARTER
System starter sering di sebut juga dengan electrical starter system yang berfungsi untuk mempermudah pada saat menghidupkan kendaraan dengan bantuan dynamo starter dan membantu menghidupkan awal sepeda motor.
bagian- bagian dari starter adalah:
• magnet
membentuk medan magnet di mana ada 2 buah medan magnet yang sama dan saling berhadapan kutub nya
• armature oil ( kumparan jangkar )
utuk mengalirkan arus listrik dengan arah yang di tentukan di sekitar medan magnet sehinga pada saat si aliri arus listrik maka akan menjadi gerak putar.
• cool borstel ( sikat arang )
sikat nya di bagi 2 jenis yaitu:
1. sikat plus + berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari relay starter ke komutator
2. sikat minus – berfungsi untuk mengalirkann aru dari armature ke massa.
• relay starter
untuk mengalihkan agar arus listrik yang menuju ke otor starter tidak melalui tombol dan kunci kontak sehinga ke 2 tombol lebih awet. Dan untuk memperpendek jarak antara bateray dengan motor starter sehingga mengurangi ke rugian kehilangan tegangan.

























System pengisian dan penerangan


A.SISTEM PENGISIAN
Charging system untuk menghasilkan arus listrik , mengisi baterai dan menyuplai arus ke peralatan listrik lain nya.
Komponen-komponen pendukung system kelistrikan antara lain:
1. magnet (generator)
2. spoel
3. aki (baterai/accu)
4. kiprok (regulator)

Air bateray mengndung sulfur acid (asam sulfat) tidak berwarna dan tidak berbau ,bateraymemiliki BJ atau berat jenis dan BJ nya akan turun mengikuti turun nya arus dari baterai secara linear.
Hubungan BJ bateray dengan temperatur air bateray adalah:
BJ air bateray akan berubah sesuai dengan temperatur /suhu sehinga pemakai harus memperhatikan suhu dan temperature.
Kurang 1,320 pada 20 derajat celcius
Lebih 1,28 pada 20 derajat celcius
Kapasitas bateray : dinyatakan dengan amper/hour (AH)
Adalah jumlah arus yang dapat di keluarkan dalam bateray yang bagus (full charger)secara kontinyuhinga tegangan terminal bateray mincapai titik minimal (final discharger).
Setelah baterai menyalurkan arus sampai keadaan cukup rendah tegangan nominal akan drop bila terus menyalurkan arus,tegangan arus bisa mencapai nol 0)hal ini menyebabkan bateray tidak akan dapat di gunakan lagi,
Untuk pengisian bateray , sebaik nya di isi ulang untuk mengisi kembali energi yang telah habis terpakai dalam pengisian ulang ada spesifikasi biasanya dalam waktu 10 jam
Hal-hal yang harus di perhatikan pada saat pengisian air bateray:
1. buka tutup batera sebelum pengisian
2. setelah pengisian bersihkan dengan air untuk menghilangkan kadar asam
3. matikan alat pengisian bateray sebelum mencabut terminal bateray
A.bagian bateray
a. feature
di buat dari elektroda khusus dan desai yang tertutup di tujukkan untuk kondisi yang sedikit penguapan,selama pemakaian dan gas di serap oleh plat-plat negative dan menjadi elektrolit sehinga hanya sedikit expansi dari elektrlit sehinga tidak perlu perubahan / pengecekan air bateray nya
b. anti bocor dan tahan goncangan
elektrolit terbungkus secara aman oleh separator khusus karena itu hamper tidak ada aliran pengerakan dari elektrolit dan tidak ada kebocoran elektrolit walaupun di pasang secara terbalik namun posisi pemasangan bateray di dalam mengikuti model yang terdahulu dan posisi bateray di pasang sesuai dengan spesifikasi pemasangan nya.
c. self discharger yang rendah
digunakan campuran lead calcium khusus yang brbentuk jaringan yang dapat menahan self discharger atau pengeluaran arus secara sendiri nya dan bateray dapat di simpan dalam waktu yang lama.
d. desain keamanan
tersedia katup pengamanan untuk mengatasi kelebihan gas / penguapan.
e mekanis preventif terhadap ledakan
terdapat filter untuk memadam kan / mencegah / mematikan api yang ada di sekitar bateray.sehinga mencegah bateray meledak
f bentuk yang kompak
dengan tidak ada nya penambahan elektro;it bateray di desain dengan ukuran tingi dan juga meningkatkan kemampuan efesiensi di bandingkan bateray lain.
g tidak ada part / bagian yang menonjol seperti pada exhaust
penyerapan gas terjadi di dalam batery sehingga pipa exhaust tidak di perlukan.





Pembacaan tanda pada bateray:


Y T X G L - B S
Artinya:
Y: tanda bateray YUASA
T: memindahkan teknologi tinggi
X: level kemampuan star (performace meningkat )
G: daya star awal satuan AH sesuai baterai standar ( mengindikasikan kapasitas bateray standar 10 jam / hour 10 AH
L: poieritas bateray i= - + , tanpa l= + -
B: tipe terminal (B=pengoncangan dari ke 2 kutub)
S: melambangkan tipe super slide MF perfektor (one push feeling type)


B. SISTEM PENERANGAN
Fungsi system penerangan adalah untuk memberikan penerangan pada si pengemudi pada saat di butuh kan.


Sumber arus pada system penerangan ada 2 yaitu:
1. arus AC
2. arus DC
1.ArusAC(altenatingcarrent)

2. arus DC (dirreect carrent)

Kiprok berfungsi untuk mengubah arus dari AC ke DC,pada system AC tergantung dari putaran mesin bila mesin kencang maka lampu semakin terang tetapi untuk DC tergantung dari bateray bila bateray bagus maka nyala lampu terang dan bila bateraytidak bagus maka lampu akan redup.pada system AC kerusakan paling sering adalah pada kiprok nya.





System pemindahan tenaga dan transmisi


A.SISTEM PEMINDAHAN TENAGA
a.kopling
kopling di bagi menjadi 2 yaitu:
1. kopling otomatis/sentrifugal/ganda
2. kopling manual


1. kopling otomatis/sentrifugal/ganda
kopling ini bekerja pada putaran mesin 1500 Rpm,fungsi kopling otomatis ini adalah untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dari kruk as ke gigi kecil kruk as.kopling ini bila rumah kopling nya di putar maka tidak dapat berputar tapi bila di putar se arah jarum jam maka akan berputar ini pengaruh dari peluru penyearah nya.
carakerjanya adalah:
pada saat putaran mesin di bawah 1500 Rpm maka putaran dari kruk as hanya akan sampai pada kampas kopling otomatis saja dan tidak dapat di teruskan ke rumah kopling otomatis karena kampas kopling di tahan oleh pegas kopling otomatis,tapi pada saat putaran di atas 1500 Rpm maka pegas kopling otomatis tidak mampu menahan gaya sentrifugal(gaya lempar keluar) yang di hasil kan oleh putaran kruk as yang terlalu kencang sehinga membuat kampas kopling menyatu dengan rumah kopling dan putaran di teruskan dari kruk as ke kampas kopling otomatis ke rumah kopling otomatis dan di teruskan ke kopling manual.
Komponen-komponen kopling sentrifugal adalah:
1. saringan oli sentrifugal
berfungsi menyaring kotoran dari kopling otomatis,letak nya ada yang di atas dan ada yang di bawah bila di bawah maka tepatkan tanda garis pada saringan dengan saluran masuk nya oli di kruk as yang berupa lubang.
2. junder spring ( berupa plat)
berfungsi sebagai peredam getaran di kopling otomatis
3. plat penekan junder spring
berfungsi untuk menahan junder spring biasanya ada 2 buah
4. dumper ( karet peredam)
berfungsi untuk meredam getaran yang di hasilkan oleh kopling otomatis terutama kampas kopling otomatis nya.
5. plat dudukan kopling otomatis
berfungsi untuk tempat dudukan kampas kopling,junder spring,per/pegas dll
6. kampas kopling otomatis
berfungsi untuk mengikat rumah kopling otomatis
7. pegas kopling otomatis
menahan kampas kopling otomatis agar tidak bekerja sebelum tepat Rpm nya
8. peluru penyearah ( one way clutch)
berfungsi untuk pemutus dan penghubung putaran dari as kick starter ke kruk as
9. rumah kopling otomatis
berfungsi untuk mengimbangi putaran kruk as ke kampas kopling otomatis
10. gigi penyesuai
berfungsi untuk meredam getaran yang di terima kampas secara tiba-tiba
11. spi
berfungsi untuk menahan plat,junder spring,kampas dll agar tidak lepas
2. kopling manual
Berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dari gigi kecil koping otomatie ke transmisi dan roda belakang.
Carakerja:
Bila putaran mesin di teruskan oleh kopling otomatis dan pada saat itu di masuk kan gigi dan di tahan maka stut akan menekan lifter dan lifter akan menekan hub bawah sehinga akan terjadi kerenggangan pada kopling manual mengakibat kan putaran mesin akan di salurkan ke rumah kopling dan tidak ke hub karena putaran mesin di potong oleh kampas dan plat kopling manual dan bila gigi telah masuk maka pegas pada kopling akan mengembalikan ke adaan plat dan kanvas ke posisi semula yaitu rapat sehingga putaran mesin di terus kan ke transmisi.
Bagian – bagian kopling manual:
1. stut
berfungsi untuk mendorong bearing atau lifter agar nanti nya dapat merenggangkan kanvas kopling
2. bearing
berfungsi sebagai bantalan agar tidak terjadi suara berisik pada saat di tekan stut
3. plat penekan
berfungsi menekan pegas agar dapat bekerja dengan maksimal
4. pegas
berfungsi untuk mengembalikan hub ke posisi semula setelah terjadi penekanaan
5. kanvas kopling manual
berfungsi untuk memutus dan menghubung kan putaran mesin sebagai media gesek nya
6. plat
berfungsi membantu kanvas kopling sebagai media
7. baut
berfungsi untuk menikat rumah kopling dengan hub bawah
8. ring
berfungsi sebagai perapat dan mengurangi timbul nya suara akibat gesekan
9. hub atas dan hub bawah
berfungsi untuk merenggangkan kanvas kopling setelah di tekan oleh lifter
10. rumah kopling
berfungsi sebagai tempat terpasang nya bagian omponen kopling lain nya.
B.TRANSMISI
.Transmisi berfungsi untuk mengubah – ubah kecepatan sesuai dengan keinginan pengemudi.
Ada 3 sistem pemindahan gigi transmisi:
1. system see saw
yaitu alur shift drum mempunyai batas jadi pedal harus di tekan kedepan untuk menaik kan gigi dan tekan kebelakang untuk mengurangi nya
urutannya adalah: N-1-2-3-4-3-2-1-N
2. system rotary
alur sift drum nya tidak mempunyai batas sehingga pedal pemindah gigi dapat terus di tekan
urutannya adalah : N-1-2-3-4-N-1-2-3-4

3. system return
alur shift drum nya mempunyai batas seperti see saw tapi untuk posisi netral nya ada pada gigi 1 dan 2 diantara.
Urutan nya adalah : 1-N-2-3-4-5-6
Susunan transmisi sepeda motor:
Supra 1-2-3-4 rotari
Modenas 1-4-3-2 see saw
Jupiter 1-4-3-2 see saw
Shogun 1-3-4-2 rotary
Karisma 1-3-4-2 rotary
Mega pro 1-3-4-5-2 return
Kick starter di bagi 2 yaitu :
1. lifter
alur nya lurus,kalau per patah bongkar transmisi
contoh : shogun , tiger , supra
2. ulir
per patah belah mesin kanan.
Contoh : jpiter , vega
Ketentuan pemasangan gigi :
Gigi geser
Gigi mati
Gigi bebas
Samping
Tengah

Posisi yang berputar :
As primer
1. mati
2. geser


ketentuan pemasangan ring dengan gigi:
gigi mati
bawah gigi
gigi geser
gigi bebas
bawah gigi
gigi geser

reduksi adalah perubahan putaran yang di akibat kan karma perbedaan jumlah gigi
reduksi awal adalah perbandingan gigi kecil kruk as dengan gigi fly wheel




System peluasan dan pendingin

A.SISTEM PELUMASAN
a. tujuan pelumasan

untuk membentuk lapisan pada permukaan komponen mesin yang saling bergesekan dan untuk menambah daya tahan komponen mesin yang bergerak serta agar mesin dapat bekerja dengan maksimal.pelumasan pada mesin sebagai:
• anti gesek
• perapat kompresi
• bantalan
• anti karat
• pembersih
1. pelumasan mesin 2 tak (2 langkah)
pada mesin 2 langkah pencampuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang krancase dan cylinder yang memungkin kan mengunakan oli pelumas yang terpisah karena di cylinder tidak ada saluran pendinginan maupun pelumasan karena itu bahan bakar di campur dengan oli juga hal ini mengakibat kan oli ikut ter bakar dengan bahan bakar ini lah yang menyebab kan kendaraan 2 langkah berasap.




Ada 4 macam system pelumasan pada mesin 2 langkah:
1. premix liberation (Campuran langsung)
2. auto lube (dengan mengunakan pompa)
3. CCI (cylinder crankcase injection)
4. SAICS

b. saringan oli
berfungsi untuk menyaring oli yang akan masuk ke pompa oli
tipe-tipe saringan oli:
• Tipe kisi-kisi
• Tipe kertas
Pada tipe ini pada saat service maka saringan oli nya wajib diganti
Contoh: Jupiter MX , satria FU
c. oli
berfungsi untuk mengurangi traksi kehilangan tenaga dan meningkat kan efesiensi mesin dan mencegah kerusakan akibat pemakaian
tipe-tipe oli mesin:
1. oli mineral
2. oli sintetic
3. semi sintetic
d. ukuran kekentalan oli
untuk ukuran kekentalan oli di gunakan standar SAE nomor SAE di berikan sesuai dengan temperature normal dan kondisi pemakaian kendaraan semakin rendah nomor vicositas nya maka oli semakin encer.
Contoh:
10W-30 / 20W-40
Di sebut multi grade tipe ini menunjukkan sedikit perubahan kekentalan oli terhadap suhu mesin nomor yang ada W nya mengindikasi kan range kekentalan nya sebesar
WIN 17,8 derajat celcius= 0 derajat farenhit
Nomor yang tidak ada huruf W nya menandakan indikasi kekentalannya lebih dari :
98,9 derajat celcius = 210 derajat farenhit

e. pompa oli
berfungsi untuk memompakan oli ke bagian-bagian mesin yang sulit di lumasi oli agar mesin terlumasi keseluruhan.
Ada 2 tipe pompa oli yaitu:
1. gear pump
tipe ini beroperasi dengan 2 gear atau 2 gigi di dalam rumah di pompa oli di tarik ke dalam melalui lubang pemasukan dan keluar melalui lubang pengeluaran.
2. trocoid pump
tipe ini adalah suatu jenis dari pompa rotor bagian dalam rotor ( back greafe rotor) dan bagian luar nya ikut berputar beserta rumah nya.


2. pelumasan mesin 4 tak ( 4 langkah )
pelumasan pada motor 4 langkah merupakan pelumasan keseluruhan melampaui head,gear box.
Pelumasan pada mesin 4 langkah ada 2 sistem yaitu:
1. system basah (wet sump)
oli tertampung pada crankas pelumasan pada transmisi langsung terendam oli.
Keuntungan system ini adalah:
• desain sederhana
• sirkulasi cepat dan cepat mencuci
• kalau kurang mudah menambahkan nya.
2. system kering. (dry sump)
a. jalur pelumasan 4 langkah
gear box ke pompa oli dari pompa oli menuju ke bagian-bagiankruk as,head,poros kopling otomatis,poros kopling manual




B. SISTEM PENDINGIN
Suhu mesin akan meningkat apabila mesin beropeasi,bila system pendingin dan pelumasan tidak berfungsi secara baik maka akan terjadi pemuaian komponen dan timbul kemacetan,
System pendingin di bagi 2 yaitu:
1. system pendingin udara
System ini di bagi 2 yaitu:
a. system pendingin udar bebeas mengunakan sirip-sirip
b. system pendengin udara tekan mengunakan kipas
2 system pendingin cairan
system ini mengunakan radiator dan mengunakan oli pendingin terdapat juga water jacket yang ber fungsi sebagai tempat bersirkulasi nya oli pendingin atau cairan pendingin.letak nya ada pada blok tapi blok tidak dapat di boring bila rusak harus dig anti.
Thermostat berfungsi untuk membuka saluran ke waterjacket supaya edia pendingin sesuai dengan suhu mesin letak nya dekat dengan saluran kembali dari water jacket ke radiator .

System bahan bakar dan karburator

A. SISTEM BAHAN BAKAR
Jenis bahan bakar ada 3 yaitu:
1. bahan bakar padat
contoh: batu bara
2. bahan bakar cair
contoh:bensin
3. bahan bakar gas
contoh:elpiji
pada bahan bakar terdapat angka oktan dan angka cetan maksudnya:semakin tinggi nilai angka oktan nya maka semakin mudah terbakar dan semakin tinggi nilai cetan nya maka semakin sulit di bakar.
System bahan bakar adalah:
Suatu alat atau komponen yang ada di sepeda motor umum nya di gunakan sebagai penyuplai bahan bakar ke ruang bakarsebagai penghasil tenaga pada sepeda motor,
Fungsi bahan bakar adalah:
Untuk membantu engine / mesin menghasilkan usaha setelah di kompresi kan dan di bakar di ruang bakar.
Ada 3 jenis tipe kran bensin yaitu:
1. tipe vacuum
2. konvensional (karburator)
3. kran pada tangki
B.KARBURATOR
Fungsi karburator adalah:
• mengabutkan bahan bakar
• mencampur bahan bakkar dan udara,campuran ideal adalah 1: 15
• mengatur tenaga mesin

system kemudi,chasis dan suspensi


A. SISTEM KEMUDI
Adalah untuk menopang stang dan garpu depan yang di pasang pada pipa kepala pada chasis melalui mangkuk stang (race ball).
1. Caster dan trail
Kesetabilan mengendarai sepeda motor berhubungan dengan kesejajaran roda depan,poros roda,pembagian berat,posisi pusat gaya berat,tipe dan kualitas suspensiserta kualitas ukuran ban (pada bagian depan)dan yang paling utama adalah kesejajaran roda depan / di sebut caster dan trail.
Caster adalah suatu sudut yang di bentuk pada pertemuan garis pipa steering head (pipa garpu depan) dengan garis vertical melalui pusat as roda depan.
Trail adalah jarak antara pertemuan garis vertical melalui pusat as roda depan dengan tanah dan pertemuan garis pipa steering head dengan tanah.
Jika sudut trail dan caster nya di perbesar sepeda motor akan lebih stabil jika berjalan lurus dengan kecepatan tinggi namun pada kecepatan rendah kestabilan dan gerakan berkurang oleh karena itu pembentukan sudut caster dan trail harus di perhatikan dan di perhitungkan tujuan serta sifat-sifat sepeda motor dan suspensi nya.



2. handel bar/batang kemudi/stang
batang kemudi di pegang langsun oleh pengemudi,tinggi ,sudut serta lebar batang kemudi menentukan kesetabilan pengendara jadi batang kemudi di sesuaikan dengan sifat-sifat mesin.
Batang kemudi di beda kan berdasarkan bentuk:
• up-sweet membujur ke atas
• semi up – sweet batang lurus dan terpisah rancangan ini di gunakan untuk sport,of road dan race.
B. SISTEM SUSPENSI
System suspensi di letak kan antara poros roda dengan rangka dan menjaga rangka dari goncangan akibat kondisi jalan.
Ada 2 tipe jens sok absorber:
1. telescopic type contoh sok motor bebek
2. bottom type contoh sok motor lama
ada pun bagian-bagian dari komponen sok absorber itu sendiri adalah:
1. pegas( per)
sebagai daya balik sok ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata per nya juga berbeda antara yang depan dan yang belakang.bagian per yang rapat di bawah bagi sok depan dan sok belakang bagian rapat di atas.
2. oli dumper
semua getaran tidak dapat di redam dengan baik oleh per maka di ciptakan lah oli dumper cara kerjan nya juga sederhana pada saat sok menerima goncangan dari permukaan jalan maka oli dumper akan turun melalui dudukan murk arena pada dudukan mur ini terdapat banyak lubang oleh karena itu oli ini di kompresi kan dan turun menuju out let tube dan akan kembali karena ada tekanaan dari per maka oli akan kembali karena ada hisapan di in let tube oli menuju ke inlet tube melalui lubang dudukan mur tetapi kali ini lubang nya hanya satu dan kecil di maksud kan agar dapat kembali dengan perlahan.
3. in let tube ( bambu)
sebagai tempat terpasang nya dudukan mur dan juga sebagai tempat oli dumper
4. out let tube
sebagai jalur bergerak nya in let tube
5. dudukan mur
untuk terpasang nya baut dan pada bagian ini terdapat 2banyak lubang yang fungsi nya telah di jelas kan di atas
6. baut
untuk mengikat inlet tube dengan outlet tube
7. seal oli dumper
mencegah kebocoran oli dumper dan juga untuk mencegah agar inlet tube bergesekan dengan out let tube
8. seal debu
untuk mencegah debu mengenai inlet tube yang nanti nya akan membuat inlet tu be menjadi tergores bila tidak adan ya bagian ini
9. baut penahan per sok absorber
untuk menahan per absorber agar dapat bekerja dengan baik
perinsip kerja socabsorber:
jika suatu piston bekerja naik turun pada suatu pipa silinder dan di dalam nya terdapat oli atau cairan,maka oli akan mengalir ke bagian ruang yang tidak mendapat tekanan melalui beberapa lubang pada piston.jika piston tertekan turun maka oli akan mengalir ke atas dengan cepat dan pada saat piston terangkat ke atas oli pun akan mengalir ke bawah dengan lembut dengan demikian gerakan piston pun menjadi lembut dengan cara ini getaran dari per juga dapat di redam.

C. CHACIS ( RANGKA/ FRAME)
Berfungsi untuk menopang mesin,system kelistrikan,system kemudi dan penahan goncangan jalan.
Clasifikasi dari chacis atau rangka adalah:
• steel tube frame ( pipa baja )
contoh: yamaha
• steel plate frame
contoh: vespa also,intrum
• combination steel tube frame and steel plate frame
contoh : shogun,suzuki
• alumunium alloy
contoh: ninja

clasifikaci bentuk frame:
1. diamond frame( rangka bawah )
contoh: gl pro











2. cradle frame
contoh : RX king










3. back bone
contoh : 90, A 100










4. under bone
contoh : supra










5. squar ( kotak)
contoh: satria, RG










Bagian Pentig Rangka






























KAPASITAS SOK ABSORBER
Gl pro
Gl 100
NSR
Supra/grand
Karisma
Vega
Force one
Shogun
Satria
Tiger
Suspensi belakang di bagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. chacis
contoh:Jupiter MX,satria, satria FU
2. mesin
contoh methic


kelistrrikan dasar pada sepeda motor
sifat-sifat kelistrikan:
• tidak dapat di lihat
• dapat di rasakan
• mengalir melalui kawat penghantar
fungsi kelistrikan pada sepeda motor:
• penghasil magnet
• penghasil panas
• membantu proses kimia
besar kecil nya arus listrik yang di hasil kan tergantung dari besar nya diameter kawat penghantar dan banyak nya lilitan.
Jenis arus yang ada pada sepeda motor:
1. AC ( alternating carent)
Ciri-ciri:
• Arus bolak ballik
• Sumber arus pada spoel
• Arus tidak dapat di simpan pada bateray langsung
• Atus tidak stabil bila di lihat kurva nya maka naik turun
• Arus berpengaruh pada putaran mesin
2. DC ( direct carrent )
Ciri-ciri:
• Arus searah
• Sumberarus dari bateray
• Arus dapat di simpan pada bateray
• Arus setabil bila di lihat kurva nya
• Terjadi reaksi kimia pada bateray
• Arus tidak berpengaruh pada putaran mesin
Sisitem kelistrikan pada sepeda motor ini berguna untuk membantu kerja kendaraan itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik.
Kelistrikan pada sepeda motor terbagi 5 yaitu:
1. system pengapian
2. system pengecasan
3. system signal
4. system starter
5. system penerangan


1. system pengapian
berfungsi untuk menyalakan pembakaran atau untuk membakar bahan bakar dengan udara di ruang bakar agar kendaraan dapat bekerja dengan baik
pengapian di bagi 2 yaitu:
1. pengapian platina ( contect breake point )
2. pengapian CDI (capasitor dis charger ignition)
Pengapian CDI di bagi 2 juga yaitu:
1. pengapian AC (alternating carreent)
2. pengapian DC( direct carreent)
2. system pengecasan
dimana baterai sebagai penyimpan arus sementara pada kendaraan yang di hasil kan oleh spoel pengisian biasanya kabel nya berwarna putih atau biasanya ada juga yang menjadi satu dengan kabel penerangan pada spoel.
Ada pun jalur nya adalah:


3. system signal
4. system starter
5. system penerangan

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini

anggota

sahabat mandiri menuju sukses

Foto Saya
pekanbaru, riau, Indonesia
kemajuan di bidang teknologi sangat lah pesat oleh karena itu saya membuat blog ini untuk saling berbagi informasi dan sharing ilmu mengenai teknik umumnya sepeda motor